Hujan di Jendela
Bahwa daun yang jatuhpun tak pernah sia-sia. Ia tak mendendam angin yang bertiup pelan membuatnya jatuh. Habis dilahap ulat atau luruh diserap tanah daun tetap menjadi manfaat. Adakah kita mengambil hikmah?
Kalah
Tak mengapa Sesekali kau merasa kalah Hentilah sejenak Baringkan tubuhmu Di bawah pohon rindang Yang terkadang meniup daun Berjatuhan ke bumi Untuk tiada Lepaskan sejenak Ransel lusuh peluh Pejamkan mata Walau sekejap Tak usah lagi Memalingkan muka ...
Aku Mencintaimu
Aku jatuh cinta padanya Yang mencintaiku apa adanya Tapi aku tak tahu Apakah cintaku akan selamanya Aku juga tak tahu Apakah esok ia tetap mencintaiku ahh Nikmati saja bahagiamu saat ini Karena kemarin sudah berlalu Dan masa depan kita yang ciptakan Dari doa-doa Dan...
Doa Hari Raya
Kesilapanku Bagai buih di samudera luas Tak terhingga Kesalahanku bagai butiran pepasir Di tepian pantai Berulang luruh bila di genggam Ucapanku bagai api Yang membakar kayu Memercikkan butiran kecilnya Ke udara Derap kakiku sombong Seumpama akulah pemilik Kemahsyuran...
Namun Aku Melihat Surga
Kebahagiaan itu sangat dekat Kalau pandai bersyukur Kelapangan dan kesempitan Mampu menumbuhkan bahagia atau derita Sungguhpun hidup ini penuh pilihan, Janganlah terus memandang ke atas Untuk mengecilkan dirimu Jangan pula terus menunduk Karena...
Seluas Laut
Pada deburnya kusampaikan dendam Merajam pada hati yang tercabik amarah Luka ini kian menganga karena kau Lemparkan garam Kau pergi tanpa sepatah kata Sesudah kau reguk cinta Kau lumat hatiku tanpa koma Dan kau tinggalkan benih suci Dosa kita Kucoba...
Hujan di Jendela
Thank you for visiting my blog. Hope you all enjoy reading my page. Since you are here, lets be friend in social media so we can keep in touch each other. Do not hesitate to leave comments or share something from here. Cheers!
Business Inquiries :
admin@hujandijendela.com



