tips-mengajarkan-anak-lepas-popok

 

Saya ga sabar banget mau cerita tentang bagaimana anak kedua saya belajar untuk tidak menggunakan popok sekali pakai (pospak), tahun 2018 ini pada bulan November nanti, Mameru atau saya biasa memanggilnya Meyu genap berusia 3 tahun, mungkin pada sebagian anak sudah mulai belajar lepas dari pospak sejak 2 tahun usianya, seperti abangnya Sangkala (anak pertama saya). Dulu Sangkala lepas dari pospak saat usianya 2 tahun dan ibu saya yang melatihnya.
Seperti yang diajarkan oleh ibu saya, agar melatihnya dengan cara siang pakaikan saja celana rumah, malam tetap pakaikan pospak saat tidur, karena awal-awal akan sulit kalau langsung siang sampai malam hingga pagi tanpa pospak.
Nah, untuk Meyu, ketika saya dan suami membicarakan masalah Meyu belajar lepas pospak, tiba-tiba langsung saja tercetus dipikiran saya untuk melatihnya setelah pembicaraan tersebut. Memang seingat saya, selama pakai pospak saya sering berbicara dengan Meyu untuk tetap bilang ke saya kalau mau pipis, karena Meyu masih pakai pospak ya sebelumnya Meyu akan bilang setelah pipisnya keluar, hihiihiihi….
Saat itu juga saya langsung melepas pospak Meyu, dan berulang kali mengatakan pada Meyu agar bilang pada saya kalau mau pipis, “Meyu kalo mau pipis bilang nda yaa…” begitu saya sampaikan ke Meyu, dijawab, “iyaa, nda pipis” (Meyu mencontohkan cara mengatakan kalau Meyu mau pipis, hihi). Tentu saja saya tidak berharap banyak karena hari pertama, saya sudah membayangkan berapa celana yang akan basah karena pipisnya akibat ga keburu bilang ke saya. Dalam waktu 2 jam dihari yang sama sudah 4 celana yang basah karena Meyu sedang belajar “bilang mau pipis” (kenapa bisa dalam 2 jam sudah 4 celana, mungkin karena anak saya minumnya juga banyak, dan pada beberapa anak akan berbeda pengalamannya, ada yang banyak pipis ada yang sedikit).
Akhirnya pada celana yang ke 5 saya terkejut bangeeettttt, Meyu bilang sambil memegang celananya “nda pipis”, sekelebat saya histeris dan buru-buru menggandengnya ke kamar mandi, sambil girang bukan kepalang. Bagaimana tidak bahagia, masih di hari yang sama dan belum berganti malam, Meyu sudah bisa langsung laporan bahwa ia mau pipis, apalagi saya sendiri yang mengalami, bukan dengan mba-nya bahkan neneknya. Semua ibu pasti sama bahagianya seperti saya kalau mengalami kejadian seperti ini. Tak henti saya mengucap syukur dan takjub pada Meyu, ko bisa ya secepat itu pemahaman Meyu, padahal dulu abangnya butuh waktu cukup lama untuk belajar lepas dari pospaknya.
Sejak pertama Meyu bilang mau pipis, masih di hari yang sama pula, sampai sebelum tidurnya Meyu bolak balik kamar mandi dan sudah bisa bilang kalau mau pipis, horeeeeeeee alhamdulillah, terima kasih Ya Alloh doa hamba terkabul begitu cepat. Saya tidak perlu berhari-hari untuk mengajarkan anak saya untuk bilang ketika mau pipis. Sampai saat ini saya masih belum tahu jawaban secara psikologis atau jawaban ilmiahnya, ko bisa dalam 1 hari seorang balita langsung menyampaikan bahwa ia hendak pipis.
Ini kisah yang sayang kalau tidak saya ceritakan untuk anak saya bila ia besar nanti, dan sebelum saya lupa maka saya ceritakan di sini. Semoga anak-anak akan selalu menjadi penyejuk kedua orangtuanya dan orang lain, aamiiinn Ya Robb…