Namanya juga perempuan ya, semua hal menjadi rumit kalau udah bahas yang namanya muka dan segala keinginannya pengen tampil syantikk, hehehe (kesyantikan yang haqiqi, meski harus diingat ya, syantik itu relatif, dan setiap perempuan menurutku syantik dengan cirinya sendiri-sendiri).
Sejak jaman saya ABG, setiap perempuan pasti udah cobain yang namanya krim untuk muka, mau itu cuma pelembab, penyegar sampai pemutih. Hayoooo ngaku udah bertualang dengan berapa krim untuk muka selama hidup, meski ada yang ga suka dengan perawatan dokter, minimal pelembab atau pencuci muka pasti aja pakai toh…
review-pengalaman-pakai-erha-c-serum-dan-true-white-activator-night-cream
Petualangan saya dengan krim muka bisa dibilang ga banyak-banyak banget karena beberapa tahun sejak kuliah S1 dulu setia dengan Erha (sekarang total stop). Yang saya rasain ketika pakai krim dokter Erha emang bagus dan cocok baik itu dengan krimnya maupun dengan dokternya, dan saya minta dari awal dengan dokter untuk ga jadiin muka saya putih yang aneh, cukup di-segerin aja dan ga kusem.
Nah, lama ga pakai Erha, sejak hamil anak kedua, galau dan bimbang menghampiri, akhirnya coba beli Erha yang ga pakai resep, dengan harapan ga perlu kontrol dan biayanya juga kan mahal banget konsul dan krim-krimnya. Jadilah saya membeli kedua barang ini, namanya Erha C Serum dan True White Activator Night Cream. Harganya ketika saya beli di sekitar bulan Februari 2018 sekitar 130an ribu rupiah di Erha Aphotecary Yogyakarta. 
review-pengalaman-pakai-erha-c-serum
Dulu, ketika saya masih menggunakan krim Erha bagus banget hasilnya kalau habis pakai serum ini, setelah lama berhenti dan tidak memakai krim, entah kenapa ketika coba Serum ini beberapa hari berselang muka saya penuh dengan beruntusan di seluruh sisi muka, saya bertahan mungkin setelah seminggu akan hilang, proses awal saja, ternyata tidaaakkkk, huks muka saya makin banyak jerawat dan cukup besar, padahal biasanya belum pernah beruntusan dan jerawat besar-besar.
Entah karena muka saya yang memang sudah tidak bisa lagi memakai krim dengan merk Erha atau apakah kalau hendak memakai krim tersebut tetap harus dibawah pengawasan dan kontrol dokter. Akhirnya saya hentikan pemakaian kedua produk Erha tersebut padahal baru banget beli dan harganya kan lumayan juga ratusan ribu. 
Cukup lama saya mengembalikan kulit muka yang berjerawat, tapi akhirnya sembuh berkat Natrep yang kece itu. Fyuhhh syukurlah, saya tidak harus berobat ke dokter lagi untuk menyembuhkan jerawat tersebut.
Begitulah kisah saya setelah lama ga pakai Erha, trus tau-tau mau coba pakai produk Erha yang tanpa resep, tapi mungkin akan berbeda hasilnya untuk sebagian orang ya, kalau di saya ini tidak bekerja dengan baik, bukannya kusam menghilang malah muncul jerawat besar-besar.
Oke cukup sekian curhatan saya, terima kasih blog 🙂
review-pengalaman-pakai-erha