keanekaragaman-hayati-indonesia
Indonesia merupakan negara dengan biodiversity atau keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brazilia, ini mengapa negara Indonesia disebut sebagai negara megadiversity—di daratan dan di lautan. Menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya menyatakan bahwa:
Sumber daya alam hayati adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur non hayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.
Dahulu UU No. 5 Tahun 1990 menjadi landasan atau payung hukum bagi sumber daya alam hayati atau sekarang lebih dikenal dengan istilah keanekaragaman hayati. Kemudian Indonesia meratifikasi peraturan tentang Keanekaragaman Hayati dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations Convention On Biological Diversity (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Keanekaragaman Hayati). Dalam rumusan “menimbang” dikatakan bahwa keanekaragaman hayati meliputi ekosistem, jenis dan genetik yang mencakup hewan, tumbuhan, dan jasad renik (mikroorganisme), dan ini perlu dijamin keberadaan dan keberlanjutannya bagi kehidupan generasi mendatang.
Dalam Pasal 1 angka 5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) menyatakan bahwa:
Keanekaragaman hayati (biodiversity) adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya, daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya.
Makna yang terkandung dalam pengertian tersebut di atas menjelaskan bahwa negara Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah ruah, tidak hanya keanekaragaman hewani, nabati, melainkan juga keanekaragaman ekosistem di darat dan lautan. Misalnya saja, untuk jenis burung kita memiliki banyak sekali jenis burung yang tersebar dari sabang sampai merauke, begitu pula dengan ikan, berbagai jenis bunga dan sebagainya.
Secara spesifik keanekaragaman hayati dalam kategori hewani dan nabati di Indonesia tercatat bahwa negara Indonesia memiliki kurang lebih 10% jenis tumbuhan berbunga, 12% jenis hewan menyusui, 16% jenis hewan reptilia dan amphibia, 17% jenis burung, 25% jenis ikan yang ada di bumi, dan 20% jenis flora dan fauna dari semua spesies di dunia (sumber: KLHK)
Keanekaragaman tersebut tentu saja harus terus dijaga dan dimanfaatkan dengan menggunakan prinsip kearifan lokal. Pemerintah sebagai penerima mandat yang menjalankan amanah rakyat haruslah memberikan kebijakan-kebijakan pro lingkungan terhadap upaya menjaga bumi dan keanekaragaman hayati. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka menjaga bumi serta melestarikan keanekaragaman hayati ini misalnya dengan melakukan edukasi mengenai pentingnya seluruh masyarakat bersama-sama negara melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Sebagai warga negara, kita dapat turut serta melakukan pelestarian lingkungan dalam rangka menjaga bumi dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Upaya yang saya lakukan untuk menjaga bumi dan keanekaragaman hayati antara lain:
1. Menggunakan air dengan bijak
Sebagai salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, air menjadi kebutuhan yang sangat sering digunakan, misalnya saja untuk mandi, mencuci, minum, bahkan sebagai alat transportasi di beberapa daerah. Bijak menggunakan air berarti kita telah turut berkontribusi menjaga bumi dan kanekaragaman hayati dengan hati. Contohnya dengan menggunakan air secukupnya dan mematikan keran apabila sudah tidak diperlukan.
menjaga-bumi-dengan-menggunakan-air-seperlunya-dan-matikan-keran-air
2. Mematikan lampu saat tidak digunakan; 
Biasanya ini dimulai dengan mematikan lampu ketika matahari sudah terbit karena cahaya matahari cukup untuk menerangi isi rumah, berlaku pula pada kamar mandi saat selesai digunakan sebaiknya dimatikan untuk menghemat listrik. Selain itu, dapat dipertimbangkan kedepannya menggunakan lampu hemat energi. 
matikan-lampu-dan-listrik-untuk-menjaga-bumi
3. Mematikan televisi, air conditioner (ac) yang tidak dipakai—beli barang elektronik yang ramah lingkungan;
Pada sebagian orang hal ini sering abai, televisi terkadang dibiarkan menyala tanpa ada yang menonton, hal ini harus dihindari karena masuk dalam kategori pemborosan listrik, selain televisi penggunaan ac pun demikian, matikan ac ketika kita sudah tidak berada di ruangan tersebut. Usahakan beli barang elektronik yang ramah lingkungan demi menjaga bumi tetap lestari.
4. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membakar sampah;
Konsistensi terhadap tindakan ini harus terus dijaga, membuang sampah pada tempatnya mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tapi lihatlah dampak besarnya terhadap kehidupan kita dikala banjir menyerang—salah satu penyebabnya adalah sampah. Dewasa ini, kampanye terhadap sampah semakin kencang digaungkan oleh pemerintah, semua lini generasi dikerahkan demi terwujudnya masyarakat peduli bumi. Selain itu, perlu ada edukasi menyeluruh di berbagai daerah yang masih membakar sampah, selain merusak lingkungan, membakar sampah dapat memproduksi dioksin dan furan, zat ini dapat menyebabkan kematian—emisi karbondioksida merusak dan menipiskan lapisan ozon.
jangan-membakar-sampah-demi-bumi-tetap-hijau
5. Meminimalisasi penggunaan plastik dan mengurangi penggunaan tisu
                           
Tak dapat dipungkiri penggunaan plastik sudah sedemikian massive di berbagai negara termasuk Indonesia, artinya sudah sedemikian banyak sampah plastik digunakan dan dibuang ke lingkungan padahal sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sulit terurai, ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Saya memulai perubahan terhadap hal ini dengan membawa kantong belanja terbuat dari kain ketika hendak membeli sesuatu. Selain itu, hentikan penggunaan tisu secara berlebihan, gunakan lap kain atau saputangan yang dapat di cuci kering pakai. Mengapa demikian, karena sebagaimana kita ketahui bahwa bahan dasar utama tisu adalah kayu, butuh puluhan bahkan jutaan tahun untuk menumbuhkan pohon-pohon yang sudah ditebang tersebut.
6. Membawa kotak makan dan botol minum sendiri;
Penggunaan styrofoam atau polystyrene foam dalam membungkus makanan sudah dilarang di berbagai daerah karena berbahaya bagi kesehatan, selain itu sampah bekas styrofoam atau polystyrene foam dapat menambah beban bumi kalau terus-terusan dibuang ke lingkungan. Untuk itu, bawalah kotak makan dan botol minum sendiri. Alih-alih menjaga kesehatan, hal ini juga sebagai wujud nyata dalam menjaga bumi serta menghemat biaya. 
menjaga-bumi-dengan-membawa-tumbler-atau-botol-minum-sendiri
7. Menghentikan penggunaan sedotan plastik dengan membawa sedotan stainless sendiri
Penggunaan sedotan plastik sama buruknya dengan penggunaan plastik lainnya. Diduga sampah jenis plastik ini telah mencemari lautan sebesar 90% dan ini merupakan fakta yang membuat kita semua bersedih. Bawalah sedotan sendiri kemanapun sehingga kita tidak diliputi perasaan bersalah karena turut serta menyumbang sampah plastik ke lingkungan.
                                       sedotan-stainless-dalam-rangka-menjaga-bumi
Sebagai upaya pelestarian lingkungan serta dalam rangka menjaga bumi dan keanekaragaman hayati, langkah-langkah tersebut di atas harus terus menerus dilakukan dengan konsistensi diri sehingga terus dijalani dalam kehidupan sehari-hari agar kita terhindar dari kerusakan atau bencana alam.
Sebagaimana kita ketahui, bencana alam terkadang hadir tanpa permisi, sebagai manusia kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi semua risiko yang menghampiri saat itu terjadi. Perlindungan harta benda bahkan nyawa menjadi prioritas utama. MSIGIndonesia memberikan tips-tips dalam mempersiapkan diri menghadapi musibah atau bencana alam yang tak terduga melalui situsnya di : www.msig.co.id/biodiversity
Menjadi salah satu industri besar di bidang asuransi MSIGIndonesia memiliki berbagai program dalam rangka memulihkan dan merehabilitasi hutan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga bumi dari kerusakan. Tidak hanya itu, MSIGIndonesia menawarkan berbagai pilihan jenis asuransi dengan banyak manfaat bagi masyarakat. Untuk masa depan yang lebih baik, #MSIGIndonesia hadir menjadi oase menyegarkan bagi masyarakat yang menginginkan ketenangan dalam berbagai kegiatannya karena cuma #MSIGBikinTenang. Berbeda dengan asuransi umum lainnya, Asuransi MSIG Indonesia memiliki semua kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat pengguna asuransi.
Asuransi MSIG hadir untuk menjawab semua keresahan mengenai asuransi yang qualified di Indonesia, sebab Asuransi MSIG memiliki 3 (tiga) prinsip sebagai berikut:
  1. Praktis : ga usah repot, karena keseharian kita bisa dilindungi melalui smartphone;
  2. Aman : ga usah khawatir karena semua data pribadi kita aman, dan rahasia, hanya kita sendiri yang bisa lihat;
  3. Cepat : apasih yang ga bisa untuk jaman sekarang selama gadget di tangan dan aplikasi yang mudah tersedia, ga perlu lagi menunggu lama untuk penerbitan polis.
menjaga-bumi-dan-keanekaragaman-hayati-bersama-msig-indonesia
Sumber Foto: MSIG
Yuk, segera dapatkan Asuransi MSIG di www.msigonline.co.id karena hanya #MSIGBikinTenang yang bisa memberikan ketenangan dalam semua langkahmu.