hutan-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia-beradat-jaga-hutan-untuk-generasi-mendatang
Sumber: econusa.id

Hitam kulit…keriting rambut…kami Papua…

Marthen: “mama, kenapa kitong pu kulit macam beda kah deng dorang Indonesia yg lain”
Mama: “kulit kitong memang beda, tapi kitong samua satu bangsa Indonesia”
Marthen: “mama, ibu guru de bilang di kampung Papua sangat indah ee dan harus kitong jaga!”
Mama: “betul, tapi kalo ko tra jaga Papua, tra akan indah lagi”
Marthen: “mama, sa ingin skali jaga Papua kitong pu kampung.”
beradat-jaga-hutan-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia
Sumber: historia.id
Gugusan pulau-pulau terbentang dari ujung Utara Aceh hingga Merauke di bagian Selatan, itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau-pulau itu memiliki hutan yang terbentang memberi manfaat pada manusia. Sandang, pangan, dan papan dipenuhi. Mineral, batubara, emas digali. Hutan pun memberikan nafas pada manusia–pada dunia. Dengan adanya hutan suhu bumi terjaga, untuk manusia oksigen yang dihirup dari alam akan menjadi energi bagi tubuh. Sudahkah kita menjaganya?

Sekilas Tentang Konservasi

Hutan hujan tropis Indonesia terbesar ada di Kalimantan dan Papua. Disebut hutan hujan tropis karena terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Curah hujan pada hutan hujan tropis ini berkisar antara 1.800 – 2.000 milimeter per tahun. Ini menyebabkan tingkat kelembapan hutan sangat tinggi, itulah sebabnya hutan Indonesia selalu hijau.

hutan-hujan-tropis-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia

Hutan yang selalu hijau tentu kaya akan sumber daya alam. Vegetasi dalam arti jumlah makhluk hidup maupun sumber daya alam begitu melimpah. Tanah, air, udara, dan cahaya matahari menyebabkan hutan Indonesia memiliki kekayaan luar biasa. Kekayaan alam dari hutan Indonesia bahkan mampu menjadi paru-paru dunia. Untuk itu manusia harus pula menjaganya sebagai wilayah konservasi dunia. Beradat jaga hutan untuk generasi mendatang. Melalui konservasi hutan, alam akan terus memberi kebaikan.

Apa itu Konservasi ?

Konservasi berasal dari kata Conservation yang terdiri dari kata con (together) dan servare (keep/save) yang bermakna upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have).

Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia, konservasi diartikan sebagai salah satu pengelolaan sumber daya alam yang menjamin pemanfaatanya secara bijaksana, sehingga mutu dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat dipertahankan untuk menjamin pembangunan yang berkesinambungan.

Konservasi dalam konsep peraturan di Indonesia disebut juga konservasi sumber daya alam hayati merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya (Pasal 1 angka 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya-KSDAHE).

United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa makna konservasi meliputi konsep pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, baik untuk generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Tujuan Konservasi

Konservasi ini bertujuan untuk melindungi tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup dari kerusakan, misalnya disebabkan oleh longsor, erosi, kebakaran, dan sebagainya. Selain itu konservasi bertujuan untuk melindungi tumbuhan dan hewan dari ancaman kepunahan.

Kriteria Wilayah Konservasi

Wilayah konservasi memiliki kriteria tertentu, yaitu wilayah tersebut memiliki berbagai jenis hewan, tumbuhan, dan bentang alam yang lengkap. Adapun kriteria wilayah konservasi sebagai berikut:

  1. Ekosistemnya stabil dan memiliki organisme penting di dalamnya.
  2. Wilayahnya bebas dari ancaman kerusakan.
  3. Wilayahnya memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki daya tahan tinggi pada perubahan lingkungan.

“Papua dalam bahasa melayu artinya rambut keriting”

Hutan Papua Sebagai Wilayah Konservasi Dunia

Hutan Papua hampir 70 (tujuh puluh persen) dari luas wilayahnya. Papua memiliki luas 32,0 (tiga puluh dua koma nol) juta hektar dan sebesar 30,0 (tiga puluh koma nol) juta hektar merupakan hutan. Perlindungan atau pelestarian alam Indonesia bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan kita semua. Untuk apa? Agar kita tetap dapat menghirup udara yang bersih, memiliki lingkungan yang sehat, dan kehidupan manusia tetap berlanjut dari generasi ke generasi selanjutnya. Menjaga alam atau istilah lainnya melakukan konservasi harus diterapkan dari Sabang hingga ke Merauke–dari Aceh hingga Papua.

Papua terletak di Pulau Nugini (New Guinea) bagian barat, kini terbagi menjadi 2 (dua) wilayah provinsi yaitu Provinsi Papua sebelah timur dan Provinsi Papua Barat atau dulu dikenal dengan Irian Jaya Barat.

peta-papua
Sumber: econusa.id

Papua kaya akan sumber daya alam mulai dari tumbuhan, hewan, dan mineral lainnya. Papua merupakan tempat tinggal bagi 15.000 – 20.000 jenis tumbuhan, 602 jenis burung, 125 jenis mamalia, dan 223 jenis reptilia. Sangat banyak bukan?! Ya, tentu saja, Papua memiliki alam dan hutan yang masih sangat terjaga keasliannya.

Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya memiliki kekhasan satwa, tumbuhan dan ekosistem atau berupa ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami (UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE).

Untuk itulah hutan Papua merupakan wilayah konservasi dunia karena sebagian besar wilayahnya masih berupa hutan belantara dengan sumber daya alam melimpah di dalamnya. Sebagai salah satu wilayah konservasi dunia Papua harus dilindungi bersama-sama dari ancaman pencemaran dan kerusakan. Wilayah mana saja sih yang termasuk ke dalam wilayah konservasi di Papua? Berikut adalah wilayah yang termasuk ke dalam kawasan konservasi Papua berdasarkan penilaian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (Balai BKSDA) Papua yang harus bersama-sama kita jaga agar tetap lestari dan berkelanjutan. Tentu hal ini dilakukan juga untuk generasi mendatang.

Wilayah Konservasi Papua dan Papua Barat

wilayah-konservasi-papua-dan-papua-barat-sebagai-konservasi-dunia
Sumber: econusa.id

Ekowisata Papua sebagai Destinasi Hijau

Dalam rangka melindungi hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia, pemerintah dan semua pihak bahu membahu menjaga kelestarian dan keberlanjutan hutan Papua. Tak dapat dipungkiri keindahan Papua terbentang dari segala penjuru wilayahnya. Keanekaragaman budaya dan bentang alam membuat Papua menjadi syurga wisata. Inilah kenapa Papua menjadi #DestinasiWisataHijau. Untuk itulah ekowisata hadir dalam kombinasi wisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi, masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Ekowisata mulai diterapkan pada wisata-wisata yang ada di Papua agar tetap menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan alam Papua. Berikut wisata Papua yang selalu menjadi #DestinasiHijau dengan konsep #ekowisata.

Pemandangan

Wisata pemandangan paling banyak diminati di Papua. Ini terbukti dari banyaknya destinasi hijau di sana. Konsep ekowisata pemandangan ini berupa wisata yang menawarkan objek-objek alam seperti pantai, air terjun, dan terumbu karang. Selain wisata alam, ekowisata dalam konsep pemandangan berupa wisata flora (hutan, tumbuhan langka, tumbuhan obat-obatan), fauna, hewan langka dan endemik, serta pemandangan perkebunan (misal perkebunan teh dan kopi).

hutan-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia-beradat-jaga-hutan-untuk-generasi-mendatang
Sumber: econusa.id

Petualangan

Ekowisata dalam konsep petualangan tentu saja berupa kegiatan yang dilakukan di alam bebas seperti lintas alam, berselancar, naik gunung, paralayang, dan berburu misalnya berburu babi hutan. Kesemuanya ini merupakan contoh dari ekowisata petualangan.

taman-nasional-teluk-cendrawasih-di-hutan-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia

Kebudayaan dan Sejarah

Ekowisata dalam rangka kebudayaan dan sejarah merupakan kegiatan wisata berupa kunjungan ke suku terasing, kerajinan tangan, peninggalan bersejarah misalnya candi, benteng, museum dan sebagainya.

noken-khas-papua

Penelitian

Ini biasa dilakukan berupa kunjungan penelitian terhadap hewan dengan melakukan pendataan, selain itu melakukan penelitian kerusakan alam, pencemaran, kebakaran, reboisasi, dan lain-lain.

deforestasi-hutan-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia

Sosial, Konservasi, dan pendidikan

Misalnya pembangunan fasilitas umum di dekat objek wisata, pembuatan sarana komunikasi, kesehatan, reboisasi lahan gundul, pendidikan dan pengembangan sumber daya masyarakat.

lokakarya-econusa-dalam-rangka-jaga-hutan-papua

Bersama EcoNusa Jaga Hutan Papua

EcoNusa atau EcoNusa Foundation sebuah Yayasan Masyarakat yang mengusung visi kedaulatan masyarakat dibidang pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. EcoNusa bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di daerah baik itu pemerintah maupun lembaga non pemerintah dengan satu tujuan yaitu mengelola hutan secara transparan dan akuntabel berbasis penguatan masyarakat lokal. EcoNusa bergerak bukan hanya di sisi kehutanan saja melainkan juga kelautan. EcoNusa turut menjaga kelautan dengan cara melakukan perbaikan tata kelola dan pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

“EcoNusa: Nature-Culture-Conservation”

Nilai-nilai Organisasi EcoNusa

nilai-nilai-organisasi-econusa-dalam-rangka-jaga-hutan
  1. Keadilan Sosial dan Lingkungan : EcoNusa selalu mengutamakan keadilan sosial dan kesetaran dalam setiap program-programnya khususnya bagi orang-orang yang terpinggirkan atau lemah di mata hukum.
  2. Kesetaraan : EcoNusa memahami konsep kesetaraan pada setiap orang menurut perannya masing-masing. EcoNusa selalu mengedepankan kesetaraan dan setiap orang harus dihargai dan dihormati karena setiap orang memiliki nilai-nilai sebagai manusia.
  3. Transformasi : Dalam hal tertentu EcoNusa juga menyadari diperlukan adanya inovasi dan gerakan-gerakan nyata dalam rangka perubahan ke arah yang lebih baik.
  4. Akuntabilitas : Rasa tanggung jawab menjadi nilai yang selalu EcoNusa jaga, dengan rasa tanggung jawab pada diri sendiri maka akan melahirka tanggung jawab bersama dalam segala hal, ini yang menjadi salah satu nilai dari EcoNusa.
  5. Integritas : Penuh integritas bahwa dengan nilai ini EcoNusa selalu rendah hati dan menjaga transparansi dalam setiap kegiatannya.
  6. Excellence : Selalu berusaha melakukan yang terbaik dan pantang menyerah terhadap kesulitan yang menghadang merupakan prinsip dari EcoNusa.
  7. Inclusiveness : EcoNusa terbuka bagi siapa saja dan tidak membeda-bedakan ras, suku, budaya, kedudukan dan sebagainya karena EcoNusa percaya setiap orang dapat memberikan kontribusi kepada alam dan lingkungan. Untuk itulah EcoNusa merangkul setiap perbedaan.

Visi EcoNusa: Kedaulatan Masyarakat Untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

EcoNusa berdiri tahun 2017, meski baru berusia 3 (tiga) tahun, EcoNusa sudah melakukan banyak sekali kegiatan dibidang perlindungan pengelolaan hutan dan kelautan. Didirikan oleh Bustar Maitar seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua menjadikan EcoNusa sebagai oase baru wadah dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan hutan dan kelautan. Saat ini EcoNusa memfokuskan kegiatan di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Hal ini dikarenakan daerah tersebut tutupan hutannya masih terjaga utuh sehingga harus dijaga untuk generasi mendatang.

Sumber: econusa.id
EcoNusa menyatakan bahwa Papua merupakan daerah dengan masyarakat adat terbesar di Indonesia. Kearifan lokal, budaya dan praktik menjaga hutan lahir dari masyarakat adat tersebut sejak turun temurun. Dalam menjaga hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia, EcoNusa mempromosikan pembelajaran dan praktek di tingkat nasional dan internasional tentang pengelolaan sumber daya alam dengan melibatkan kaum muda baik di daerah Papua serta kaum muda yang berada di perkotaan.

SED atau Sekolah Eco Diplomacy yang berdiri sejak 2018 menjadi wadah EcoNusa dalam mendidik anak bangsa dengan misi menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam Papua. EcoNusa yakin bahwa pemuda adalah kunci dari pembangunan berkelanjutan. Pemuda memiliki peran yang sangat besar dalam mencapai perubahan serta mempertahankan hutan untuk generasi mendatang.

sekolah-eco-diplomacy-econusa
Sumber: econusa.id

Akhir 2019 yang lalu, EcoNusa dalam rangka menjaga hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia mengadakan Ekspedisi Mangrove di sepanjang pesisir selatan Papua Barat. Tujuannya untuk mengidentifikasi kawasan mangrove dan potensi sosial ekonomi bagi masyarakat lokal. Selain itu EcoNusa juga melakukan survey vegetasi dan keanekaragaman hayati daerah tersebut.

Salah satu bentuk konservasi tradisional masyarakat Moi di Sorong, Provinsi Papua Barat adalah Egek. Egek merupakan ketentuan atau aturan adat yang ditetapkan secara musyawarah oleh Suku Moi Kelim. Lewat musyawarah suku Moi menentukan zona laut dan hutan yang boleh dimanfaatkan sumber daya alamnya dan hal ini diatur dalam hukum adat. Egek berlaku juga untuk kekayaan laut.

Dalam tradisi Egek ini masyarakat dilarang menggunakan alat yang dapat merusak lingkungan seperti jaring dan racun (potasium), hanya diperbolehkan menangkap ikan menggunakan kail (yikmen), memanah (yafan), dan menombak (yakalak). Dalam adat Egek tidak boleh mengambil spesies yang dilindungi dan ditetapkan aturan adat.

Sumber: econusa.id

EcoNusa mendukung perlindungan dan pelestarian hutan Papua Barat salah satunya adalah Suku Moi Kelim, Desa Malagufuk, Sorong, Provinsi Papua Barat, video singkatnya dapat disaksikan di bawah ini:

Ekowisata Kekinian Ala EcoNusa

Sebagai generasi kekinian yang hobi banget jalan-jalan, mulai sekarang harus diterapkan prinsip ekowisata saat travelling ya. Menjaga hutan dan lingkungan tidak hanya di daerah yang masih banyak pegunungan atau wisata alamnya. Masyarakat di perkotaan atau generasi millenial kekinian juga dapat bersama-sama menerapkan prinsip ekowisata dimanapun berada, apalagi saat wisata. Ekowisata ala EkoNusa ini dapat kita terapkan dan mulai kita kampanyekan bersama, antara lain dapat dilihat di bawah ini.
  1. Membuang sampah di tempat sampah.
  2. Membawa botol minuman sendiri dan kotak/bekal makanan sendiri.
  3. Membeli dan menggunakan produk lokal daerah yang dikunjungi, mulai dari makanan khas daerah, kerajinan tangan asli daerah dan lain-lain.
  4. Menjaga dan mematuhi aturan yang ada di lokasi wisata terapkan selalu peribahasa “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”.
  5. Mengajak teman, keluarga, dan orang lain menerapkan prinsip menjaga lingkungan dimanapun berada.

Beradat Jaga Hutan Untuk Generasi Mendatang

Tak dapat dipungkiri keberadaan masyarakat adat sangat besar pengaruhnya terhadap perlindungan dan pelestarian alam. Pada masyarakat adat ada kearifan lokal dan nilai-nilai budaya dalam mengelola hutan sebagai sumber kehidupan. Masyarakat adat memahami bahwa hutan harus dijaga ekosistemnya lewat kesederhanaan, lewat nilai-nilai kepercayaan dan adat istiadat–ini yang disebut beradat jaga hutan.

Memiliki ekosistem kaya dan beragam Papua wajib kita lindungi. Banyak sekali ekosistem Papua yang harus selalu dijaga, misalnya ekosistem laut, padang lamun, hutan, bahkan gua. Kesemua ekosistem tersebut sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat lokal, bahkan global. Misalnya, hutan itu memelihara kualitas air dan bisa mencegah erosi tanah. Ada juga mangrove yang merupakan tempat ikan berkembang biak. Hutan pun sebagai penyerap karbon dan mengatasi perubahan iklim. Betapa hutan sangat penting untuk kehidupan kita semua. Menerapkan ekowisata mulai dari sekarang sudah bukan lagi hanya slogan. Tapi harus mulai diterapkan! EcoNusa mengajak kita semua mulai menjaga hutan antara lain dengan cara sebagai berikut:

  1. Hemat penggunaan kertas dan minyak sawit.
  2. Hemat listrik.
  3. Menanam pohon.
  4. Mengurangi sampah dan menerapkan 3 R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
  5. Memperkaya diri dengan isu lingkungan.
  6. Mengajak teman, keluarga, dan orang sekitar untuk menjaga lingkungan.

Sebagai wilayah konservasi dunia, hutan Papua harus selalu kita jaga dengan kearifan lokal agar Papua tetap menjadi #DestinasiWisataHijau. Yuk! Bersama EcoNusa kita beradat jaga hutan demi generasi mendatang!

Buat yang penasaran apa saja sih program-program yang ada di EcoNusa dan bagaimana bergabung menjadi bagian dari salah satu penjaga hutan dan lingkungan atau berdonasi bersama EcoNusa dalam program-programnya silahkan kunjungi EcoNusa di alamat berikut ini yaaa…

Alamat:
Rumah EcoNusa 
Jalan Maluku Nomor 35 RT 6 RW 5
Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350

Facebook: EcoNusa Foundation
Instagram: @econusa_id
Twitter: @econusa_id
Youtube: EcoNusa_TV

lomba-blog-wonderful-papua-sebagai-wilayah-konservasi-dunia

 

Artikel ini saya ikutsertakan dalam Blog Competition “Wonderful Papua”
#BeradatJagaHutan
#PapuaBerdaya
#PapuaDestinasiHijau
#EcoNusaXBPN
#BlogCompetitionSeries