Hujan di Jendela

Bedakan Jenis Asuransi Jiwa Berikut! Mana Yang Terbaik?

Perbedaan jenis asuransi jiwa mana yang terbaik cover 1

Asuransi merupakan sebuah produk finansial yang kini mulai marak digunakan oleh masyarakat. Masyarakat, tanpa disadari, mulai melek akan kebutuhan untuk memberikan perlindungan diri dari kerugian finansial akibat resiko-resiko yang ada di masa depan. OJK pada Juli 2021 yang lalu melaporkan bahwa selama semester pertama tahun 2021 menunjukkan adanya tren positif pada penetrasi asuransi di indonesia meskipun relatif stagnan dan berada pada rentang yang rendah.

Di tahun 2019, penetrasi asuransi berada di angka 2,81 persen, kemudian meningkat pada 2020 di angka 2,92 persen, dan pada Juni 2021 meningkat menjadi 3,11 persen. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk asuransi meningkat selama pandemi Covid-19 yang menunjukkan pentingnya perlindungan pada segi kesehatan.

Meningkatnya Pemahaman Masyarakat Terhadap Asuransi Jiwa

Selain dari bertumbuhnya pemahaman masyarakat yang baik mengenai asuransi, OJK mengatakan bahwa pertumbuhan penetrasi asuransi ini juga ditopang oleh kinerja industri asuransi yang juga positif dengan aset asuransi jiwa yang tumbuh 4,14 persen sedangkan untuk aset asuransi umum berada di angka 10 persen.

Membedakan Asuransi Jiwa Terbaik

Kinerja perusahaan asuransi yang baik dalam menyediakan produk asuransi juga tidak terlepas dari usaha dan track record nya yang baik dalam membantu masyarakat, khususnya di masa pandemi seperti ini. Seperti yang kita telah pahami bahwa banyak sekali jenis produk asuransi yang dapat ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, mobil, dsbnya. Bahkan baru-baru ini, terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan produk Asuransi covid 19 guna membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi yang tidak menentu dan tidak kunjung usai ini.

Pada pembahasan ini kita ambil contoh mengenai asuransi jiwa yang dibedakan menjadi dua, yakni asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup. Akan dikenali perbedaan antara keduanya karena asuransi jiwa sendiri memiliki banyak macamnya dan lebih kurang familiar dibandingkan jenis-jenis asuransi umum lainnya sehingga banyak orang yang salah kaprah dalam memilih produk asuransi jiwa yang tepat untuknya.

1. Asuransi jiwa berjangka

Asuransi jenis ini memiliki jangka waktu tertentu dalam memberikan pertanggungannya, biasanya dalam jangka waktu 5, 7, 10, hingga 20 tahun. Asuransi jiwa satu ini cenderung lebih terjangkau dibandingkan asuransi jiwa lainnya. Asuransi jiwa berjangka digunakan untuk mereka yang ingin mengutamakan masa depan keluarga atau dirinya sendiri, terkhusus masa depan pendidikan anak.

Asuransi Jiwa yang memilki premi terjangkau ini banyak diminati karena selain premi yang hemat di kantong, tetapi juga memberikan perlindungan yang tetap maksimal dengan uang pertanggungan yang dapat diterima hingga miliaran rupiah. Namun, karena memiliki jangka waktu, apabila tertanggung tidak meninggal dunia pada masa waktu yang berlaku, premi yang telah dibayarkan selama ini akan hangus begitu kontrak selesai.

2. Asuransi jiwa seumur hidup

Sama seperti namanya, tentu asuransi jiwa satu ini memberikan perlindungan penuh tanpa adanya jangka waktu, dengan kata lain memberikan perlindungan selama kamu hidup. Asuransi jenis ini direkomendasikan bagi mereka yang tidak memiliki tanggungan dan ingin memiliki manfaat lebih. Selain memberikan santunan kematian, asuransi jiwa seumur hidup (whole-life) juga memberikan keuntungan berupa tabungan jangka panjang atau tabungan untuk dana darurat.

Namun, hal tersebut memberikan asuransi satu ini premi yang tinggi bahkan hingga dua kali lipat premi asuransi jiwa berjangka. Hal ini tentunya beralasan karena angka harapan hidup masyarakat indonesia yang renda (65-70 tahun) sehingga besar kemungkinan asuransi dapat diklaim sebelum masa perlindungan habis. Hal yang lebih menguntungkan lainnya adalah bahwa premi tidak akan hangus ketika masa kontrak habis atau ketika tidak diklaim.

Dengan jenis polis yang banyak pilihannya, kamu juga dapat lebih menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu dalam membayar preminya.

Kesimpulan

Nah, itu tadi perbedaan utama antara dua jenis asuransi yang umum dipilih oleh masyarakat. Bagaimana dengan penjelasannya? Apakah kamu sudah mulai memahami perbedaannya? Jangan sampai kamu salah pilih, ya!

Sharing is caring