tips-menghadapi-banjir-jakarta
Sumber: dok.pribadi
Gegap gempita tahun baru 2020 diawali dengan berkah hujan, namun kegembiraan tersebut untuk sebagian besar warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), Depok, Bandung dan sekitarnya menjadi kesedihan karena derasnya intensitas hujan membuat sebagian besar penduduk harus berjibaku akibat banjir. Berdasarkan berita-berita di televisi ketinggian air mulai dari 30cm hingga 6 meter telah membuat sebagian penduduk harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.  Di Jakarta sendiri misalnya pengungsi kembali menggunakan jembatan penyeberangan/halte busway sebagai tempat mengungsi menghindari banjir, tentu selain masjid di daerah dataran yang lebih tinggi, balai kelurahan dan sebagainya.

Kata BMKG Soal Banjir Jakarta 2020

Berikut prakiraan potensi banjir tahun 2020 yang saya ambil dari website BMKG

Pembuatan prakiraan potensi banjir ini merupakan hasil kerjasama dari 3 (tiga) instansi: BMKG, DitJen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Informasi Geospasial (BIG). Dalam hal ini BMKG sebagai penyedia Informasi Prakiraan Hujan Bulanan, PSDA PUPR menyediakan Daerah Rawan Banjir dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyiapkan peta dasar (RBI, Sistem Lahan dan Lahan Cover). Prakiraan Potensi Banjir yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir.
Prakiraan Daerah Potensi Banjir Bulan Januari - Maret 2020

7 Tips Cara Pencegahan Banjir

Saya hendak berbagi cara pencegahan atau tindakan preventif sebelum terjadi banjir, antara lain kaya gini cusss:

  1. Apabila rumah kita memang berpotensi banget untuk kebanjiran atau di lokasi yang sering banjir, kita harus waspada dan langkah awal sebaiknya tinggikan lantai rumah, syukur-syukur ada rejeki untuk dibuat tingkat 2 agar ketika banjir melanda, ketika intensitas hujan sedang besar, persiapannya bisa mengangkut barang-barang berharga ke lantai 2;
  2. Hindari untuk tinggal atau membeli rumah dekat sungai atau kali besar karena di sekitar itu sangat berpotensi untuk kebanjiran apabila hujan datang terus menerus;
  3. Ketiga yang menurut saya wajib adalah, lagi-lagi buanglah sampah di tempat sampah, jangan buang sampah sembarangan, mulai dari yang kecil kalau sudah biasa membuangnya sembarangan dampaknya sangat besar bagi lingkungan, akibatnya dalam jangka panjang bisa kebanjiran karena sampah-sampah yang menumpuk akan menghambat jalur-jalur air, gorong-gorong dan menyumbat saluran, jadi stop deh buang sampah sembarangan;
  4. Untuk halaman rumah buat resapan air dengan berbagai cara, jangan habiskan tanah dengan semen, misalnya dengan cara membuat halaman menggunakan paving blok, atau sisakan area tanah, jangan semua halaman ditutup dengan semen, karena air hujan yang turun tentu lebih cepat diserap oleh tanah ketimbang oleh semen, ini logika sederhana dan tentunya benar juga untuk diterapkan di setiap rumah;
  5. Buat biopori atau sumur resapan, ini juga merupakan salah satu cara agar air hujan meresap ke biopori atau masuk ke sumur resapan lebih cepat dan mencegah tergenangnya air hujan, apalagi bila air hujan dengan intensitas yang tinggi;
  6. Rajin-rajin bersihkan selokan, gorong-gorong, kali dekat rumah, karena kebiasaan buruk orang yang membuang sampah sembarangan akan mengakibatkan tempat itu menjadi tersumbat sehingga dapat menyebabkan banjir apabila hujan turun deras tanpa henti;
  7. Tanamlah pohon di sekitar rumah, pohon memiliki daya serap dan daya cegah terhadap banjir, selain itu dengan adanya pohon rumah akan lebih segar dan udara akan lebih bersih, so mulai menanam yaaa gaessss, ya ga usah pohon durian juga yaaa, batangnya bisa menghabiskan lokasi tanam karena besar banget kalau tumbuh hehehheheh
Sedih melihat berita di televisi bahwa banjir tahun ini telah menelan korban jiwa kurang lebih 47 orang meninggal dan kurang lebih 173.000 orang mengungsi, ini disampaikan oleh juru bicara BNPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). belum lagi listrik mati saat banjir tiba, itu menambah kerepotan juga bagi para penduduk karena jangankan tidur, dudukpun sulit ketika berada di pengungsian.
Harta dan benda lainnya sudah tak berarti apa-apa ketika banjir datang, mobil-mobil terbawa derasnya arus banjir, kulkas tergenang, kasur sudah penuh air, motor tenggelam, kereta/krl stop untuk sementara diakibatkan jalananya terendam air, tak ada lagi yang dipentingkan kecuali nyawa, ya akhirnya hanya diri sajalah yang harus diselamatkan ketika bencana datang, membuat manusia harusnya lebih mensyukuri hidup.

14 Tips Menghadapi Banjir

  1. Jangan panik tetap tenang dan berdoa;
  2. Gunakan jas hujan dan sepatu bot kalau banjir belum mencapai dengkul orang dewasa, sepatu bot juga menjaga kaki tidak terkena pecahan kaca, duri tajam, paku dll saat berjalan dalam banjir;
  3. Selamatkan dan hindari anak-anak terutama bayi dari genangan air, cari tempat yang lebih tinggi seperti loteng, lantai 2 atau ungsikan ke rumah saudara yang terhindar dari banjir;
  4. Simpan barang-barang berharga ke dalam wadah plastik/box plastik dan letakkan ditempat aman, untuk restorasi arsip sudah ada layangan di website anri;
  5. Hati-hati dengan binatang berbahaya saat banjir, tetap waspada karena masuknya hewan berbahaya terkadang tidak terduga, siapkan peralatan untuk penyelamatan;
  6. Bawa uang secukupnya;
  7. Siapkan senter dan baterai secukupnya sebagai penerangan tambahan saat listrik mati;
  8. Bila perlu matikan sumber listrik untuk berjaga-jaga terkena korsleting/kesetrum;
  9. Kunci lemari dan pintu apabila terpaksa harus mengungsi;
  10. Hindari berjalan memegang tiang listrik di luar rumah karena sering terjadi kesetrum hingga menyebabkan kematian;
  11. Simpan nomor telepon BNPBD atau nomor telepon penting lainnya agar ketika banjir melanda dapat segera menghubungi nomor tersebut;
  12. Persiapkan obat-obatan pribadi dan P3K seperti minyak angin, tolak angin, balsam, obat sakit kepala, obat diare, perban/kain kassa, obat merah, alkohol untuk membersihkan luka dll;
  13. Bawa perlengkapan baju ganti/pakaian secukupnya, selimut, alat sholat;
  14. Kabel power tambahan untuk jaga-jaga saat di pengungsian akan berbagi aliran listrik penambah daya handphone atau gawai.
Berikut saya bagikan salah satu tips untuk membersihkan rumah pasca banjir:
Bersihkan lumpur dengan sekop, bilas dengan air gunakan semprotan untuk memudahkan menyemprot tempat-tempat tersembunyi, gunakan sepatu bot untuk menghindari kutu air dll. Untuk menghilangkan bau bekas banjir, mulai dari kasur atau lantai caranya mudah, siram menggunakan air kaporit. Untuk kasur yang kena banjir setelah dicuci kemudian disiram dengan air kaporit, sebagai anti bakteri. Cara membuat air kaporit pun sangat mudah, siapkan 2 (dua) sendok kaporit bubuk 90%, larutkan dengan 10 (sepuluh) liter air, gunakan kaporit yang bubuk ya bukan yang tablet karena kaporit tablet sulit untuk larut di dalam air, memakan waktu yang lama. Semoga tips sederhana ini bisa membantu para ibu dan ayah yang hendak bersih-bersih pasca kebanjiran.

Tips Memperbaiki Motor yang Terendam Banjir

Cara ini dapat dicoba, yaitu cari oli bekas 3/4 botol, buang dulu oli yang ada di dalam motor kemudian masukkan oli bekas dan hidupkan mesin motor kira-kira 5 menit agar sirkulasi oli bekas berputar di dalam mesin. Kemudian buang kembali oli bekas tadi, lalu masukkan kembali oli bekas dan hidupkan sampai benar-benar tidak ada campuran air, campuran air dan oli bekas dapat dilihat berwarna putih seperti susu, ulangi beberapa kali sampai warnanya benar-benar hitam seperti oli bukan putih susu, masukkan oli baru dan nyalakan, maksimal 2 minggu oli diganti dengan oli baru lagi, kemungkinan motor akan aman dari turun mesin (informasi ini saya dapat dari grup whatsapp saat banjir melanda).

Bantuan Untuk Korban Banjir

  1. Makanan siap saji, seperti nasi bungkus, nasi box, air minum, hindari memberikan makanan yang tidak dapat langsung dimakan atau perlu dimasak terlebih dahulu;
  2. Pakaian bekas layak pakai, baik anak-anak, balita, dan dewasa;
  3. Obat-obatan, minyak angin, balsam dll;
  4. Selimut;
  5. Popok;
  6. Karpet dsb

Banjir tahun ini merupakan berita duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia, hujan dengan intensitas besar dan banjir kiriman dari beberapa daerah di luar Jabodetabek telah membuat penduduk harus berjibaku lebih ekstra untuk menanggulangi bencana, bahkan daerah-daerah yang sebelumnya tidak pernah terkena banjir harus berlapang dada karena tahun ini bencana banjir terjadi makin meluas ke daerah-daerah baru.

Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bahu membahu membenahi penanggulangan dan pencegahan banjir ke depannya, semua harus turut serta dalam membahas seperti apa langkah-langkah yang harus dilakukan, misalnya saja normalisasi kali, pembersihan kali, gorong-gorong dan sebagainya harus mulai dilakukan dan jangan menunggu banjir yang akan datang lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang.
Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan perlindungan, diberi kelapangan hati dan keluasan sabar dalam menghadapi semua ujian yang datang, aamiin.