Sekilas Peran Korindo Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Sekilas Peran Korindo Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Keindahan negara archipelago, sebutan itu lekat dengan Indonesia. Gugusan pulau terbentang dari Pulau Benggala di ujung barat ke Pulau Kondo di ujung timur. Dari Pulau Miangas di ujung utara hingga Pulau Ndana di ujung selatan. Agaknya Idiom Zamrud Khatulistiwa layak bersanding dengan negara yang masih beribu kota Jakarta ini.

Berada tepat di garis potong bumi, Indonesia memiliki iklim tropis. Artinya penggalan bait lagu Koes Ploes bahwa “tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman” terang sudah. Makna terang sudah disini, dampak iklim tropis tersebut membuat apapun bisa tumbuh dari tanah Indonesia. Negeri dengan kearifan lokal di setiap wilayahnya ini memang memiliki kekayaan paripurna sebagai negara berkembang yang layak untuk didukung sejajar dengan negara-negara maju.

Upaya memajukan Indonesia bukan perkara semudah mengedipkan mata. Memajukan Indonesia harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat.

Memajukan bangsa Indonesia tidak hanya untuk daerah perkotaan saja, bukan hanya daerah Timur yang kaya akan bahan tambang dan hutan. Memajukan bangsa tak boleh memihak. Bagian barat, utara, dan selatan Indonesia yang sulit dijangkau harus pula menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan.

Ada 3 (tiga) pilar utama yang harus menjadi perhatian dalam rangka memajukan Indonesia yaitu Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pembangunan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

Dilansir dari berita Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Februari 2020 lalu, salah satu bentuk pengejawantahan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia berdasarkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional yaitu kebijakan pembangunan kesehatan yang diarahkan pada upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan.

Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kesehatan merupakan hal paling penting yang harus dijaga setiap manusia. Karena tubuh sehat memiliki jiwa yang kuat.

“Mens sana in corpore sano”

Dengan tubuh sehat dan jiwa kuat, manusia mampu melakukan berbagai aktifitas fisik dan mental dengan maksimal.

Bagi penulis, sehat itu mudah dan murah. Kita hanya perlu melecut diri untuk memilah makanan dan minuman yang sehat, menjaga pola hidup, dan berolahraga. Karena kalau sudah sakit, biaya yang dikeluarkan menjadi beban tak terduga bagi keuangan keluarga.

Misalnya saja biaya berobat ke dokter, biaya menebus obat-obatan, termasuk akses perjalanan menuju rumah sakit dan sebagainya yang juga memerlukan biaya. Akses dan pelayanan kesehatan tersebut dapat menjadi pertimbangan setiap orang dalam memilih pelayanan kesehatan.

Berbicara mengenai akses kesehatan bagi masyarakat, ada dua hal yang menjadi sorotan utama. Akses secara fisik dan akses secara sosial.

Akses fisik bisa dilihat dari letak geografis Indonesia. Misalnya perbukitan, gunung, atau pulau yang harus dijangkau dengan transportasi air. Kondisi tersebut, akan mempengaruhi cepat atau lambatnya masyarakat menuju tempat pelayanan kesehatan.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.

Makna dari pelayanan kesehatan secara promotif dan preventif dalam Undang-Undang tersebut yaitu menginformasikan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan mencegah serta menghindari masyarakat terserang penyakit. Misalnya dari kegiatan sosialisasi dan sebagainya.

Sedangkan pelayanan kuratif maupun rehabilitatif bertujuan untuk menyembuhkan, mengobati dan mengembalikan rasa percaya diri pada masyarakat. Mewujudkan kesehatan yang baik untuk sesama. Sehingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali memperlihatkan curva menanjak.

Sekilas Akses dan Pelayanan Kesehatan di Bagian Barat Indonesia

Kesehatan masyarakat di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perilaku, lingkungan, dan pelayanan dibidang kesehatan. Salah satu contoh nyata terkait hal ini adalah saat penulis melakukan perjalanan ke Pulau Tello yang merupakan bagian dari Kepulauan di Kabupaten Nias Selatan.

Pulau Tello terletak di bagian barat Indonesia dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Apabila ingin berkeliling Pulau Tello cukup dengan waktu 1 (satu) jam saja. Hal ini dikarenakan luasnya yang hanya sebesar 18 KM.

Karena berbatasan dengan laut dan luasnya yang kecil membuat iklim Pulau Tello dipengaruhi oleh cuaca di lautan. Penduduk sering batal melaut apabila angin yang bertiup berkecepatan tinggi sehingga ombak otomatis tidak bersahabat.

Untuk pelayanan kesehatan di Pulau Tello hanya memiliki 1 (satu) Puskesmas dan 1 (satu) rumah sakit. Tentu bisa dibayangkan jumlah tenaga kesehatan–minim.

Akses menuju pelayanan kesehatan baik itu puskesmas atau rumah sakit sangat mudah. Waktu yang ditempuh tidak lama. Faktor jarak tersebut mempengaruhi cepatnya pelayanan bagi masyarakat yang ingin berobat.

Faktor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat ke arah lebih baik.

Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman
Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Sekelumit Kearifan Lokal dan Budaya di Pulau Tello

Melakukan perjalanan ke Pulau Tello di masa pandemi memberikan pengalaman tersendiri bagi penulis. Betapa tidak beberapa protokol kesehatan harus dilalui agar mencegah penularan virus corona atau yang sering disebut dengan Covid-19.

Sudah hampir genap 7 (tujuh) bulan sejak wabah virus Covid-19 melanda seluruh negara–termasuk Indonesia. Dampaknya bukan hanya di bidang kesehatan, lebih dari itu perekonomian lumpuh. Belum lagi derita buruh merintih di PHK. Semua kesedihan ini menjadi ujian berjamaah.

Saat pemerintah menyatakan “new normal”, protokol kesehatan dalam berpergian menjadi kewajiban. Setiap orang yang ingin melakukan perjalanan udara dan darat ke beberapa tempat di Indonesia wajib membawa secarik kertas tanda bebas Covid-19–hasil rapid test atau hasil swab test.

Ada keunikan tersendiri bagi penulis saat berkunjung ke Pulau Tello. Kearifan lokal yang ada pada masyarakat Pulau Tello membuat penulis ingin membagikannya pada tulisan ini.

Entah bagaimana bila dilihat dari segi kesehatan, masyarakat asli di Pulau Tello bagian dalam, mereka menjemur pakaian di halaman rumahnya masing-masing tanpa alas apapun–diletakkan di atas tanah.

Mereka tidak menjemur pakaian menggunakan alat penjemur pakaian maupun tali yang diikat dengan kayu kemudian dipancangkan ke tanah. Berdasarkan hasil wawancara singkat penulis dengan salah seorang warga, jawabnya hal itu sudah dilakukan secara turun temurun. Tak ada anggota keluarga yang sakit akibat baju yang dijemur di tanah.

Menurut penulis, hal tersebut menarik untuk diteliti lebih jauh. Mengingat pembangunan di Pulau Tello akan terus bertumbuh. Kebudayaan dan kearifan lokal yang ada belum tentu seiring sejalan dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk.

Di beberapa daerah pedalaman Indonesia, untuk menjaga kesehatan gigi, para penduduk setempat memanfaatkan sirih pinang. Masyarakat Pulau Tello pun demikian, sirih pinang dikenal sebagai salah satu budaya menjaga kesehatan yang baik untuk sesama dan kekuatan gigi masing-masing anggota masyarakat.

Selain itu, dikarenakan letak Pulau Tello yang sulit dijangkau, masyarakat Pulau Tello biasa berkebun dan melaut untuk konsumsi sehari-hari. Tentulah hasil kebun dan laut yang segar-segar menjadi manfaat pula bagi kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Kualitas Kesehatan Daerah Pedalaman
Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman
Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Faktor-Faktor

Yang Mempengaruhi Kualitas Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Lokasi & Transportasi

Struktur geografi Indonesia menjadi faktor utama terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh daerah khususnya daerah pedalaman.

Lokasi yang masih sulit dijangkau tentu membuat jarak tempuh transportasi memakan waktu cukup lama. Inilah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat khususnya di daerah pedalaman.

Kearifan Lokal & Budaya

Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa berbudaya dengan kearifan lokal yang juga kaya. Di setiap daerah memiliki kekhasan budaya dan kearifan lokalnya sendiri.

Budaya tersebut berpengaruh pada kualitas kesehatan masyarakat sebab untuk beberapa daerah masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dibidang kesehatan atau saat menyembuhkan penyakit.

Kebijakan

Mengingat negara Indonesia merupakan negara hukum. Landasan kebijakan menjadi payung untuk semua program kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Perlu didukung dengan kebijakan dan aturan yang bisa mengakomodir demi tercapainya kualitas kesehatan nasional Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dukungan Pemda/Pemkot

Dukungan pemerintah daerah atau pemerintah kota terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tak kalah penting.

Misalnya saja untuk penganggaran pembangunan fasilitas kesehatan khususnya daerah pedalaman. Bukan tidak mungkin, dengan dukungan tersebut peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di daerah manapun akan meningkat.

Tenaga Kesehatan

Peningkatan kualitas kesehatan haruslah disokong pula dengan tenaga kesehatan yang cukup dan profesional.

Cukup disini, bahwa sebaran jumlah tenaga kesehatan haruslah memenuhi perbandingan jumlah penduduk masyarakat setempat.

Sosialisasi Masyarakat

Sosialisasi masyarakat harus gencar dilakukan mengingat bidang kesehatan bersifat suatu bidang profesional.

Sehingga pengetahuan masyarakat masih minim terkait bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan–khususnya daerah pedalaman. Sehingga kesehatan yang baik untuk sesama terwujud

Peran Swasta

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peningkatan di bidang kualitas kesehatan, memerlukan peran pihak lain guna mempercepat tujuan dimaksud.

Peran swasta memiliki pengaruh yang tidak bisa dikesampingkan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan berbagai program yang dimilikinya.

Pengawasan

Ketika kualitas kesehatan masyarakat meningkat, kunci keberhasilan tercapainya kualitas kesehatan nasional yang baik adalah komitmen.

Komitmen menjaga dan terus meningkatkan, hal ini bisa bertahan dengan adanya pengawasan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah atau pemerintah kota setempat.

Klinik Asiki sebagai Wujud Nyata Korindo Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan di Daerah Pedalaman

Klinik Asiki Wujud Korindo Meningkatkan Kualitas Kesehatan Pedalaman.jpeg

Setelah berkunjung ke bagian barat Indonesia yaitu Pulau Tello, kita terbang virtual ke ujung timur Indonesia. Menarik untuk diulas adalah Klinik Asiki yang membuat bangga.

Sebagaimana diketahui, faktor geografis Indonesia sangat mempengaruhi akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan jarak dan lokasi berbukit, sebuah puskesmas atau rumah sakit akan sulit ditempuh apabila tidak ada akses fisik.

Korindo sebagai sebuah perusahaan yang peduli pada pelestarian lingkungan, membantu masyarakat sekitar memberikan kontribusi nyata pada masyarakat Boven Digul dengan membangun Klinik Asiki.

Klinik Asiki dibangun karena Korindo ingin membuktikan bahwa iklim investasi yang baik di Indonesia dapat memberikan dampak positif kepada kedua belah pihak. Dalam hal ini, upaya pemerintah memajukan kesejahteraan masyarakat turut dibantu oleh keberadaan investor atau stakeholder.

Dukungan kebijakan dan peraturan tersebut, membuat Korindo memberikan kontribusi terbaik untuk negeri khususnya di daerah pedalaman. Pemerintah dalam berbagai perizinan dan kebijakan meminta setiap investor memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Salah satunya Klinik Asiki yang dibangun oleh Korindo.

Klinik Asiki berdiri atas landasan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan cukup tinggi di Indonesia. Salah satunya di Papua. Masyarakat masih minim pengetahuan tentang kesehatan. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), membuat Korindo membangun Klinik Asiki di Papua.

Pada awalnya memang sulit memberikan sosialisasi pada masyarakat Papua untuk berobat ke Klinik Asiki. Meskipun demikian, Klinik Asiki terus memberikan energi positif hingga sekarang menjadi Klinik Terbaik dan meraih penghargaan atas dedikasinya pada masyarakat.

Klinik Asiki juga Menggalakkan program Mobile Service guna menjangkau para ibu hamil yang berada di pelosok agar mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang mudah.

Yang membuat tercengang, Klinik Asiki tidak memungut biaya apapun dari masyarakat. Sungguh ironi, saat biaya berobat melambung tinggi di daerah perkotaan, Klinik Asiki hanya berharap orang mau melangkahkan kaki ke tempat pelayanan kesehatan.

Itulah salah satu komitmen dan peran Korindo dalam memberikan kontribusi nyata terhadap kesehatan yang baik untuk sesama, sehingga upaya peningkatan kualitas kesehatan di daerah pedalaman tercapai.

Klinik Asiki berdiri pada tahun 2017 dengan luas 2.929 meter persegi. Untuk daerah pedalaman sudah terbayang betapa besarnya Klinik Asiki tersebut.

Fasilitas yang ada di Klinik Asiki cukup lengkap antara lain ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat, ruang bedah, ruang bersalin, ruang poli gigi, dan laboratorium.

Tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter spesialis dan dokter anak sudah dimiliki Klinik Asiki, termasuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

Pada tahun 2017, 2018 hingga 2019, Klinik Asiki memperoleh penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai Klinik Terbaik di Papua.

KORINDO

Menjadi salah satu stakeholder berbadan hukum yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, Korindo tetap kokoh bertahan selama 50 tahun hingga hari ini. Korindo merupakan perusahaan perintis dibidang pelestarian lingkungan. Bidang usaha yang digeluti oleh Korindo sejak tahun 1969 meliputi pengembangan hardwood, plywood/veneer, kertas koran, perkebunan kayu, dan perkebunan kelapa sawit. Berbagai penghargaan pun telah disematkan kepada Korindo atas komitmennya berinvestasi dengan tetap menjaga kepedulian pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Perkebunan

Dibidang perkebunan Korindo memiliki usaha kayu, kelapa sawit, dan perkebunan karet. Korindo membangun hutan secara profesional dan bertanggung jawab melalui prinsip-prinsip pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman secara lestari dari aspek produksi, lingkungan dan sosial.

 

Konstruksi dan Industri Berat

Perusahaan Wind Tower Korindo merupakan unit bisnis yang bergerak dibidang energi terbarukan yang ramah lingkungan. Korindo membangun bisnis energi berdasarkan pengalaman dan pemanfaatan teknologi canggih selama 40 tahun.

Logistik

Korindo terus mengembangkan dan membangun lini domestik Indonesia lebih kompetitif. Mengembangkan layanan-layanan pengiriman melalui pelayaran samudera, perdagangan lintas negara, dan memperluas penyediaan layanan untuk barang ekspor utama Korindo Grup. Selain pelayaran, ada pula transportasi dan pusat distribusi.

Finansial

Korindo mengembangkan pasar modal dan membangun kesejahteraan di Indonesia. Korindo menjadi salah satu perusahaan sekuritas yang paling dihormati di Indonesia. Selain di bidang sekuritas, Korindo juga memiliki peran dalam bidang usaha multi-finansial dan asuransi.

Real Estate

Mengembangka paradigma baru yang kreatif untuk area tempat tinggal. Membangun real estate atau tempat tinggal maupun perkantoran yang praktis dan nyaman dengan desain alami. Wujud kontribusi Korindo memberikan manfaat besar terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Korindo – Peran Swasta Dalam Pembangunan Indonesia

Dalam membangun Indonesia memang diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan para stakeholder yang dalam hal ini merupakan pihak swasta. Pembangunan dilakukan dengan bahu membahu demi kesejahteraan bangsa.

Peran pemerintah dalam hal kebijakan sangat mempengaruhi fungsi swasta dalam membantu membangun negeri. Kebijakan yang mengakomodir dan menyokong investasi akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan baik itu infrastruktur maupun peningkatan sumber daya manusia.

Korindo hadir memberikan oase terhadap peningkatan kehidupan bangsa ke arah yang lebih baik. Menjalankan upaya-upaya besar sambil bergandengan erat bersama antara masyarakat dan pemerintah.

Korindo berinvestasi pada infrastruktur untuk membangun basis industri, dan mendirikan pondasi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengubah upaya yang tidak terlihat menjadi momentum yang indah, Korindo terus menciptakan potensi yang lebih besar lagi demi masa depan.

Peran Individu Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Menjaga Pola Makan

Menjaga pola makan memang bukan perkara mudah. Apalagi untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Makanan yang sehat akan membuat tubuh menjadi kuat dan terhindar dari penyakit. Dengan menjaga pola makan, tubuh akan selalu sehat dan peningkatan kualitas kesehatan pun tercapai.

Berkebun 

Kini masing-masing individu di lingkungan masyarakat memahami pentingnya bercocok tanam atau berkebun di pekarangan rumah sendiri.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk selalu hidup sehat. Meski pekarangan rumah kecil, menanam atau berkebun di pekarangan bukan lagi hal yang mustahil. Misalnya dengan cara hidroponik, tidak membutuhkan ruang luas.

Menjaga Pola Hidup

Tak ubahnya dengan menjaga pola makan, menjaga pola hidup pun akan sangat mempengaruhi kesehatan individu.

Tubuh harus cukup tidur atau istirahat. Selain itu tubuh harus berolahraga demi menjaga kebugaran dan kesehatan. Pola hidup yang baik dan sehat akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Dalam masa pandemi ini, setiap individu pun diharuskan untuk menjaga kesehatan untuk kebaikan sesama. Cara yang dianjurkan oleh pemerintah dalam rangka menjaga kesehatan adalah dengan menggunakan masker, membawa handsanitizer, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Pola hidup yang baru menjadi tantangan tersendiri dalam rangka menjaga kualitas kesehatan masing-masing individu.

He who has health, has hope; and he who has hope, has everything.

-Thomas Carlyle-

Disclaimer

Artikel ini diikutsertakan dalam KORINDO BLOG COMPETITION TAHUN 2020 yang diselenggarakan oleh Korindo.

Tentu artikel ini masih teramat jauh dari sempurna. Penelitian dan kajian mendalam sangat diperlukan, yang kesemuanya itu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Beberapa foto merupakan dokumentasi pribadi penulis dan Korindo. Gambar dan ilustrasi diolah penulis dan dicantumkan sumbernya. Untuk video, didapat dari channel Youtube Korindo. #Korindoblogcompetition2020

Sehat dan bahagia selalu – Wassalam

Referensi

Kemenkes. 2020. 5 Fokus Masalah Kesehatan Tahun 2020. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200218/1033051/5-fokus-masalah-kesehatan-tahun-2020/

Korindo. 2020. korindo.co.id, korindonews.com, korindofoundation.com.

Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. 2015. Strategi Dinas Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Journal.unair.ac.id

Jurnal Kesehatan. 2018. Perspektif Masyarakat Tentang Akses Pelayanan Kesehatan. Journal.unair.co.id